Sejarah Menarik di Balik Film The Uprising (2026): Pemberontakan Rakyat Inggris yang Mengguncang Kerajaan
The Uprising (2026) bukan sekadar film perang abad pertengahan. Film karya Paul Greengrass ini mengambil inspirasi dari Peasants’ Revolt 1381, salah satu pemberontakan rakyat terbesar dalam sejarah Inggris. Andrew Garfield memerankan tokoh fiktif bernama Ploughman, sementara sejumlah tokoh sejarah nyata seperti Wat Tyler dan John Ball ikut menjadi bagian penting cerita.
Inggris Setelah Black Death
Latar belakang pemberontakan berhubungan erat dengan dampak Black Death yang melanda Inggris pada pertengahan abad ke-14. Wabah tersebut menewaskan sebagian besar populasi sehingga jumlah tenaga kerja berkurang drastis.
Kondisi itu memberi pekerja yang bertahan hidup posisi tawar lebih besar. Mereka dapat menuntut upah yang lebih tinggi, sementara pemerintah dan pemilik tanah berusaha mempertahankan struktur sosial lama serta membatasi kenaikan upah. Ketegangan ekonomi dan sosial ini menjadi salah satu akar pemberontakan 1381.
Pajak Menjadi Pemicu Ledakan
Situasi semakin panas karena pemerintah memberlakukan poll tax untuk membantu membiayai perang Inggris melawan Prancis dalam Hundred Years’ War.
Ketika pemungutan pajak semakin agresif pada 1381, perlawanan muncul di Essex dan Kent sebelum berkembang menjadi gerakan yang jauh lebih besar. Ribuan orang kemudian bergerak menuju London.
Jadi, pemberontakan yang menjadi latar The Uprising bukan sekadar perang antara petani dan seorang raja. Di belakangnya terdapat persoalan pajak, upah, hierarki feodal, ketimpangan, serta tuntutan perubahan sosial.
Wat Tyler dan John Ball Benar-Benar Ada
Film ini menarik karena mencampurkan karakter fiktif dengan tokoh sejarah.
Wat Tyler, yang diperankan Cosmo Jarvis, benar-benar merupakan salah satu pemimpin utama Peasants’ Revolt. Sementara John Ball, diperankan Jamie Bell, adalah pendeta radikal yang gagasannya menantang hierarki sosial pada masa tersebut.
Sebaliknya, karakter utama Andrew Garfield, Ploughman, bukan figur sejarah yang dapat diperlakukan sebagai biografi seseorang yang benar-benar hidup. Vanity Fair menjelaskan bahwa karakter tersebut mengambil inspirasi antara lain dari arketipe petani dalam karya abad pertengahan Piers Plowman.
Raja yang Mereka Lawan Baru Berusia Remaja
Fakta sejarah lainnya cukup mencolok: Richard II masih sangat muda ketika pemberontakan terjadi.
Para pemberontak memasuki London dan menuntut perubahan besar. Richard sempat bertemu mereka, tetapi pemberontakan kemudian ditekan. Wat Tyler terbunuh dan janji-janji yang sebelumnya diberikan kepada pemberontak kemudian ditarik kembali.
Meskipun pemberontakan tidak langsung menghasilkan seluruh perubahan yang diperjuangkan, peristiwa 1381 kemudian menjadi bagian penting dari sejarah panjang kemunduran sistem perhambaan tani atau serfdom di Inggris.
Hubungan Mengejutkan dengan Robin Hood
Inilah bagian The Uprising (2026) yang paling menarik sekaligus paling kontroversial.
Materi resmi film menyatakan bahwa peristiwa nyata tersebut membantu menginspirasi legenda Robin Hood. Film kemudian menggunakan Ploughman untuk membangun hubungan dramatis dengan mitos Robin Hood.
Namun, hubungan tersebut bukan fakta sejarah yang dapat dibaca secara literal. Robin Hood merupakan figur legenda dengan tradisi cerita yang kompleks, sedangkan mengubah Ploughman menjadi semacam origin story Robin Hood adalah kebebasan kreatif film. AP bahkan menyoroti bagaimana perubahan ke arah kisah asal Robin Hood ini membuat film menjauh dari sejarah Peasants’ Revolt yang sebenarnya.
Jadi, jangan menonton The Uprising sebagai dokumenter.
Film ini lebih tepat dipahami sebagai historical drama yang mencampurkan Peasants’ Revolt 1381 dengan mitologi rakyat Inggris.
Fakta Produksi yang Juga Menarik
Proyek ini disutradarai sekaligus ditulis oleh Paul Greengrass, sutradara yang dikenal melalui film-film dengan gaya intens seperti United 93, Captain Phillips, dan beberapa film Bourne. The Uprising berdurasi sekitar 2 jam 8 menit dan dibintangi Andrew Garfield, Jamie Bell, Stephen Dillane, Tom Hollander, Cosmo Jarvis, Thomasin McKenzie, Jonny Lee Miller, Woody Norman, Katherine Waterston, dan Sky Yang.
Proses syutingnya juga dibuat cukup fisik. Jamie Bell menceritakan bahwa dirinya dan Garfield menjalani produksi yang penuh lumpur, adegan pertempuran, serta perjalanan kaki panjang—sesuatu yang sesuai dengan pendekatan realistis Greengrass terhadap pemberontakan abad pertengahan tersebut.
Yang membuat The Uprising menarik akhirnya adalah perpaduannya: sejarah nyata 1381 menjadi fondasi, tokoh seperti Wat Tyler dan John Ball berasal dari sejarah, sementara Ploughman dan kaitannya dengan Robin Hood membawa film memasuki wilayah legenda.